Hasil Menggiurkan dar Budidaya Cacing Tanah

By | October 10, 2016
Hasil Menggiurkan dar Budidaya Cacing Tanah, Cacing tanah selama ini dianggap sebagai hewan yang menjijikkan. Tapi, di tangan orang yang tepat, cacing tanah ternyata punya nilai ekonomis yang tinggi dan memberi beragam kegunaan bagi manusia.
CACING TANAH
Dalam bidang pertanian cacing menghancurkan bahan organik sehingga memperbaiki aerasi dan struktur tanah. Dengan itu lahan menjadi subur dan penyerapan nutrisi oleh taaman menjadi lebih baik. Dan juga keberadaan cacing tanah tersebut akan meningkatkan populasi mikroba yang menguntungkan tanaman.
Cacing tanah merupakan bahan pakan alternatif bagi ternak unggas dan ikan. Binatang ini mengandung gizi tinggi. Antara lain, protein 64-76, lemak 7-10 %, energi 900-4100 kal, serta mineral, air, dan asam amino paling lengkap. Penggunaan cacing tanah menjadi pakan ternak unggas dan ikan dapat dilakukan dalam bentuk segar maupun tepung.

 

MANFAAT CACING TANAH

1. Bahan Pakan Ternak
Cacing mempunyai kandungan protein, lemak dan mineral yang tinggi maka dari itulah cacing tanah dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak seperti unggas, ikan dan hewan lainnya.
2. Bahan Baku Obat Dan bahan ramuan untuk penyembuhan penyakit.
Secara tradisional cacing tanah dipercaya dpt meredakan demam, menurunkan tekanan darah, menyembuhkan bronchitis, reumatik sendi, sakit gigi & tipus.
3. Bahan Baku Kosmetik
Cacing dapat diolah untuk digunakan sebagai pelembab kulit dan bahan baku pembuatan lipstik.
4. Makanan Manusia
Dan Ternyata Cacing juga bermanfaat bagi kita, karena cacing merupakan sumber protein yg berpotensi untuk dimasukkan sebagai bahan makanan manusia seperti halnya daging sapi atau Ayam.
Berikut Tips atau cara budidaya cacing tanah yang akan kami sampaikan dibawah ini :
1. Siapkanlah Sarana Dan Peralatan
Untuk Pembuatan kandang sebaiknya menggunakan bahan-bahan yg mudah didapat seperti bambu, rumbia, papan bekas, ijuk & genteng tanah liat. Salah satu contoh kandang permanen untuk peternakan skala besar adalah yg berukuran 1,5 x 18 m dgn tinggi 0,45 m. Didalamnya dibuat rak-rak bertingkat sebagai tempat wadah-wadah pemeliharaan. Bangunan kandang dapat pula tanpa dinding. Model-model sistem budidaya, antara lain rak berbaki, kotak bertumpuk, pancing bertingkat atau pancing berjajar.
2. Pembibitan
Persiapan yg diperlukan dalam pembudidayaan cacing tanah adalah meramu media tumbuh, menyediakan bibit unggul, mempersiapkan kandang cacing & kandang pelindung.
a. Pemilihan Bibit Calon Induk
Sebaiknya dalam beternak cacing tanah secara komersial digunakan bibit yg sudah ada karena diperlukan dalam jumlah yg besar. Namun bila akan dimulai dari skala kecil dapat pula dipakai bibit cacing tanah dari alam, yaitu dari tumpukan sampah yg membusuk atau dari tempat pembuangan kotoran hewan seperti sapi.
b. Pemeliharaan Bibit Calon Induk
Untuk Pemeliharaan dapat dibagi menjadi beberapa cara, simak dibawah ini:
  1. pemeliharaan cacing tanah sebanyak-banyaknya sesuai tempat yg digunakan. Cacing tanah dapat dipilih yang muda atau dewasa. Jika sarang berukuran tinggi sekitar 0,3 m, panjang 2,5 m & lebar kurang lebih 1 m, dapat ditampung sekitar 10.000 ekor cacing tanah dewasa.
  2. pemeliharaan dimulai degan jumlah kecil. Jika jumlahnya telah bertambah, sebagian cacing tanah dipindahkan ke bak lain.
  3. pemeliharaan kombinasi cara a & b.
  4. pemeliharaan khusus kokon sampai anak, setelah dewasa di pindah ke bak lain.
  5. Pemeliharaan khusus cacing dewasa sebagai bibit.
c. Sistem Pemuliabiakan
Apabila media pemeliharaan telah siap & bibit cacing tanah sudah ada, maka penanaman dapat segera dilaksanakan dalam wadah pemeliharaan. Bibit cacing tanah yg ada tidaklah sekaligus dimasukan ke dalam media, tetapi harus dicoba sedikit demi sedikit. Beberapa bibit cacing tanah diletakan di atas media, kemudian diamati apakah bibit cacing itu masuk ke dalam media atau tidak. Jika terlihat masuk, baru bibit cacing yg lain dimasukkan. Setiap 3 jam sekali diamati, mungkin ada yg berkeliaran di atas media atau ada yg meninggalkan media (wadah). Apabila dalam waktu 12 jam tidak ada yg meninggalkan wadah berarti cacing tanah itu betah & media sudah cocok. Sebaliknya bila media tidak cocok, cacing akan berkeliaran di permukaan media. Untuk mengatasinya, media harus segera diganti degan yg baru. Perbaikan dapat dilakukan degan cara disiram air, kemudian diperas hingga air perasannya terlihat berwarna bening.
d. Reproduksi, Perkawinan
Cacing tanah termasuk hewan hermaprodit, yaitu memiliki alat kelamin jantan & betina dalam satu tubuh. Namun demikian, untuk pembuahan, tidak dapat dilakukannya sendiri. dari perkawinan sepasang cacing tanah, masing-masing akan dihasilkan satu kokon yg berisi telur-telur. Kokon berbentuk lonjong & berukuran sekitar 1/3 besar kepala korek api. Kokon ini diletakkan di tempat yg lembab. Dalam waktu 14-21 hari kokon akan menetas. Setiap kokon akan menghasilkan 2-20 ekor, rata-rata 4 ekor. Diperkirakan 100 ekor cacing dapat menghasilkan 100.000 cacing dalam waktu 1 tahun. Cacing tanah mulai dewasa setelah berumur 2-3 bulan yg ditandai degan adanya gelang pd tubuh bagian depan. Selama 7-10 hari setelah perkawinan cacing dewasa akan dihasilkan 1 kokon.
3. Pemeliharaan
 
Pemberian Pakan
Cacing tanah diberi pakan sekali dalam sehari semalam sebanyak berat cacing tanah yg ditanam. Apabila yg ditanam 1 Kg, maka pakan yg harus diberikan juga harus 1 Kg. Secara umum pakan cacing tanah adalah berupa semua kotoran hewan, kecuali kotoran yg hanya dipakai sebagai media.
Penggantian Media
Media yg sudah menjadi tanah atau yg telah banyak telur (kokon) harus diganti. Supaya cacing cepat berkembang, maka telur, anak dan induk dipisahkan dan ditumbuhkan pada media baru. Dan Rata rata penggantian media dilakukan dalam jangka waktu 2 Minggu.
Proses Kelahiran
Bahan untuk media pembuatan sarang adalah : kotoran hewan, dedaunan/Buah-buahan, batang pisang, limbah rumah tangga, limbah pasar, kertas/kayu lapuk/bubur kayu. Bahan yg tersedia terlebih dahulu dipotong sepanjang 2,5 Cm. Berbagai bahan, kecuali kotoran ternak, diaduk dan ditambah air kemudian diaduk kembali. Bahan campuran dan kotaran ternak dijadikan satu degan persentase perbandingan 70:30 ditambah air secukupnya supaya tetap basah.

MEMBUAT PELET DARI CACING TANAH

Hal pertama yang harus dilakukan dalam membuat pakan ikan dari cacing tanah ini adalah menyiapkan peralatan pembuatan, yakni alat penggiling tepung, alat penggiling daging, dan baskom. Setelah peralatan sudah siap, mulailah memisahkan cacing-cacing segar dari media pembudidayaan. Ambil sesuai dengan kebutuhan saja.

Sebelum diproses menjadi pelet, cacing harus dibersihkan dari semua kotoran yang menempel ditubuhnya, yaitu dengan cara dicuci dan dibilas hingga bersih. Setelah itu, cacing dijemur di atas seng selama 24 jam atau diovenkan selama 24 jam dengan suhu udara 32-35 derajat celcius. Cacing yang telah kering kemudian digiling dan dijadikan tepung cacing.

Untuk membuat pelet dari bahan dasar cacing tanah seberat 1 kg, misalnya, dibutuhkan bahan tambahan antara lain: kuning telur ayam yang telah direbus 200 gram, tepung kanji 10 gram, terigu 140 gram, dedak 180 gram dan tepung cacing 470 gram. Campurkan bahan-bahan tersebut menjadi satu di dalam baskom. Kemudian tambahkan air hangat secukupnya, diaduk hingga adonan menjadi kenyal.

Setelah itu, dicetak dengan mesin penggiling daging sehingga menghasilkan pelet basah yang panjang seperti mie. Pelet basah tersebut dipotong per 0,5 cm membentuk butiran-butiran. Setelah itu pelet dijemur di panas matahari. Setelah kering pelet sudah siap disajikan. (Sumber :budidayanews.blogspot.com)

 

INSPIRASI

Hasil Menggiurkan dar Budidaya Cacing Tanah, Sekelompok warga di Dukuh Talunkacang Gunungpati melakukan budidaya cacing tanah Lumbricus Rubellus, spesies cacing tanah yang berhubungan dengan Lumbricus Terrestris. Biasanya cokelat kemerahan, sehingga disebut juga sebagai Cacing Tanah Merah.

Salah seorang warga setempat, Keman (23) menuturkan, proses berternak cacing tanah sangat mudah asalkan tahu caranya. “Pertama cukup menyiapkan media tempat tinggal dengan memberi pupuk kandang  yang sudah dibersihkan dan dicampur dengan tanah serta grajen kayu. Pastikan media lembab atau sejuk,” katanya kepada metrosemarang.com, Senin (25/5).

Selanjutnya, bibit cacing dimasukkan dengan diberi makanan ampas kelapa, hingga masa panen empat bulan setelah pembibitan. “Untuk pemanenannya, cukup dengan cara diayak agar terpisah dari tanah,” imbuh dia.

Dengan masa pemeliharaan selama empat bulan, warga bisa mendapatkan hasil yang lumayan. Harga cacing tanah merah ini berkisar Rp 150.000 per kilogram untuk disetor ke pengepul. Namun, tak jarang peternak juga memasarkan langsung ke pedagang burung atau pakan burung, dengan harga Rp 2.000 per kantong plastik.

Sekali panen, peternak bisa mendapat keuntungan hingga jutaan rupiah dari budidaya cacing tanah ini. “Kami juga pisahkan untuk cacing yang disetor ke pabrik untuk bahan baku obat, ramuan dan kosmetik,” pungkas Keman. (CR-01)

VIDEO BUDIDAYA CACING TANAH

incoming search :

budidaya cacing tanah
budidaya cacing tanah untuk pakan lele
budidaya cacing tanah pdf
budidaya cacing tanah di malang
budidaya cacing tanah dan pemasarannya
budidaya cacing tanah lumbricus rubellus
budidaya cacing tanah untuk pakan belut
budidaya cacing tanah youtube
budidaya cacing tanah di solo
budidaya cacing tanah di yogyakarta
budidaya cacing tanah adam
budidaya cacing tanah adam maulida
budidaya cacing tanah kick andy
budidaya cacing tanah bogor
budidaya cacing tanah bandung
budidaya cacing tanah blitar
budidaya cacing tanah banyuwangi
budidaya cacing tanah di bogor
budidaya cacing tanah di bandung
budidaya cacing tanah di bali
budidaya cacing tanah untuk bisnis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *